Monday, May 26

bicara tahap kebergantungan dan lain-lain

too many, so many loops to jump including the ones i've been throwing, that was the reason i cannot reach you.

bila saat seseorang that i used to talk to every single day, refer to for every single aspect and who used to listen to every tear and burden of mine is no longer there as in not the same person you used to know, i felt deeply devastated. and to add more pain, that very person said in front of your face, through texts, in phone calls, that he no longer wants you in his life, if possible, forever.its like putting salt in my cut.on that very precious moment, it changes everything, the inner you and the outer you, be it internal side or external. because i hate rejection. i literally do. hate.

point is,
kepada siapa diri ini nak bergantung?
kepada siapa hati ini nak ditegakkan?
kepada siapa lutut ini nak bersandar?
kepada siapa kata-kata ini nak diluahkan?

saat itu, tahap kebergantungannya hanyalah pada Allah
yelah, nak buat macam mana lagi?
orang dah xhendak
tiada apa yang boleh merubah
tiada apa yang boleh terbalikkan hati dia

kecuali Allah

saat itu baru aku sedar,
kebergantungan itu hanyalah pada Allah
memang, aku percaya Allah itu wujud
memang, memang,
kepada Allah kita tawakkal dan sebagainya
soal semula
sampai tahap mana? bila waktunya? lepas exam? lepas usaha apa-apa?

the experience of Prophet Yunus alaihisalam. trapped in the belly of a huge whale. he had only one way out, turning completely to Allah. "there is no God but You, glory be to You, i was wrong". 21:87

saat itu sampailah sekarang, baru aku faham bila, iaitu bila-bila, sampai mana, mana-mana, lepas apa, apa-apa.segala-galanya terletak pada Allah.faham tala, sedar tala, percaya tala, tidak ada guna melainkan kefahaman yang benar-benar faham.

jadi, dek kesedihan itu, aku dapat sebegini besar punya kefahaman.untuk apa bersedih?
untuk apa?
pergi meninggalkan hati yang akhirnya ketemu kefahaman.
its like you once built your own prison for your heart, let it enslaved you for years and sekali petik, hati kau bebas.untuk apa air mata?tapi biasalah, kadang-kadang leleh juga.namanya pun insan.try to show the world how hardcore you are, in the end its only you and Allah yang tahu.and, due to instincts given to moms out there including mak, she knows.macam mana hati anak dia ni.gelak la lebar mana pun, urat tegang-tegang.tp hati, dirisik pun still xrasa bahagia.
belum lagi.one fine day.in sha Allah.

"untuk manusia, Allah tidak pernah memberi kisah yang sia-sia"

wallahualam, ikhlas xikhlas,
menaip juga kala final
emotion strikes me, and i choose to write it down
although normally, i just sleep it out

No comments: